Dra. Hj. Maria Ulfa MA.

26 Dec

Perkenalkan Qiraat di Dunia Internasional

quran

Sebagai agama paripurna, Islam sangat menghargai kesenian. Salah satu bukti nyata adalah bagaimana ayat-ayat dalam Al-Quran tak lain adalah bait-bait yang tersusun rapi. Dan ini diakui dunia, termasuk oleh para ahli puisi (syair) zaman Jahiliyah, era di mana Al-Quran hadir di dalamnya.

Selanjutnya, apresiasi terhadap nilai estetika wahyu Ilahi itu dikembangkan dalam bentuk cara membacanya, yakni dengan lagu. Maka lahirlah apa yang dikenal dengan Qira-at (bin-Nagham), yang di tengah masyarakat kita sudah tak asing lagi. Dalam acara-acara seremonial, sudah menjadi tradisi umat Islam di sini menjadikannya sebagai mata acara pembuka.

Bahkan kemudian seni membaca Al-Quran itu dilombakan, mulai tingkat RT hingga nasional, dengan sebutan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Yang membanggakan, dalam even-even perlombaan tingkat dunia, nama bangsa kita pun terangkat karena tak sedikit utusan kita menjadi juara. Sebut saja qari H Muammar ZA yang berhasil dalam memelopori qiraat dalam bacaan Sabah, mengembangkan apa yang dilakukan oleh Syekh Antar dari Mesir.
Di antara sekian qari/qari-ah terbaik di negara kita, terdapat seorang wanita. Maria Ulfa namanya. Wanita berpenampilan anggun itu lahir di satu desa di Lamongan Jawa Timur pada 21 Desember 1955, anak ke sembilan dari 12 bersaudara, hasil pernikahan Mudzaffar dengan Ruminah.

Mudzaffar sendiri dikenal dermawan. Sejak bujang, dari usaha tenun yang digelutinya tak sedikit tanah yang ia wakafkan untuk pembangunan masjid dan madrasah. Tak hanya itu, demi syiar agama kerap kali ia mengundang para muballigh ke kampungnya. Salah satunya adalah Kiai Ichsan dari Cepu, yang karena tertarik dengan kepribadian pemuda itu, kemudian menjadikan Mudhaffar sebagai menantunya, dinikahkan dengan puterinya bernama Ruminah.

Maka tak heran jika sejak kecil Maria Ulfa merasa tertarik mendalami ilmu agama. Sehingga, setelah lulus dari pendidikan formal pertamanya (SDN 1 Lamongan), ia melanjutkan ke Madrasah Muallimat NU. Di sinilah ia mendapat ilmu agama lebih dalam, seperti tajwid, nahwu-sharaf dan lainnya.
Selepas dari
sana (1971), Ulfa memutuskan melanjutkan studinya ke pesantren, yaitu Bahrul Ulum Jombang, lalu IAIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Syariah. Di sinilah Allah mengujinya. Baru sebulan kuliah ayahnya meninggal, dan dua tahun kemudian ibunya menyusul.

Berhasil menyabet gelar sarjana dari IAIN tak membuatnya puas diri. Ia kemudian melanjutkan ke Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta, kampus khusus perempuan yang banyak mencetak para hafidzah dan qari-ah, milik Pemerintah Daerah DKI Jaya. (Di sisi IIQ, di Jakarta terdapat kampus serupa, khusus laki-laki, PTIQ Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran- yang dikelola oleh bos Pertamina, Ibu Soetowo).

Lulus dari IIQ dan mendapat gelar MA- sebenarnya gadis yang selalu haus ilmu itu ingin melanjutkan pengembaraan ilmunya ke luar negeri, yaitu Universitas AL-Azhar Kairo Mesir. Tetapi takdir berbicara lain.
Usai diwisuda, kakak sulungnya menjemput, memintanya pulang ke kampung halaman, guna dinikahkan dengan seorang lelaki pilihan orangtuanya. Dalam rangka menunjukkan birrul walidayn, Ulfa menuruti. Maka, setiba di rumah, akad nikah pun segera dilaksanakan.

Dan benar saja. Berkat bakti kepada orangtua meski sudah tiada- kehidupan rumahtangganya berjalan harmonis, bahagia dan bermanfaat bagi umat. Apalagi sang suami adalah tetangga berhadapan rumah sekaligus teman sepermainan waktu kecil.
Kini, bersama sang suami tercinta, dr Mukhtar Ihsan, laki-laki jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, spasialis paru yang sekarang mengajar di FK UI Jakarta, lahir tiga anak laki-laki sebagai permata hati mereka berdua.

Selain itu, di usia berkepala lima, cita-citanya merengkuh ilmu sebanyak mungkin tak juga pupus. Empat tahun lalu ia memutuskan mengikuti program doktoral di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

http://www.dutamasyarakat.com/rubrik.php?id=22234&kat=Nahdliyin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: